Saturday, December 10, 2016

Just One Love
Cast : Song Ji HYo
         :Song Jongki
         : Kim Woobin
         : Sully
         : Song Ill Gook
         :Kim Rae Won


Teng.teng.teng.teng, Lonceng diatas bukit berbunyi seorang wanita muda ampak duduk di bawah pohon dan menangis tersedu ketika lonceng tersebut berbunyi. Song Ji Hyo, mengingat masa lalunya yang sangat bahagia dengan kekasihnya Kim Wo Bin. Wobin yang selalu  memberinya kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan dari kecil.

Flash back
WB : “Hey, kenapa kau menangis ? dasar anak cengeng !”
Ji Hyo hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan pria di depanya. “ kau ini, apa kau tidak bisa mendengar ?”
Isakan Ji Hyo semakin menjadi, disertai rintik hujan yang semakin deras. Woo Bin yang awalnya kesal dengan Ji Hyo yang tak mau menjawabnya, kemudian melepas jaketnya untuk menutupi kepala Ji Hyo agar tidak kehujanan. Dari situlah Ji Hyo mulau menengadahkan wajahnya menatap pria yang sedari tadi dia abaikan.
Wobin tersenyum dan berkata “ hei, sebenarnya kau itu jauh lebih cantik jika tersenyum! Berhentilah menagis dan ayo kita segera pergi dari sini. Kaja !”

Itulah awal kebahagian Ji Hyo, Woo Bin yang selalu datang padanya dan membuatnya bisa tersenyum setiap hari. Ji Hyo, yang semula merupakan wanita pemurung dan pendiam tak punya teman, akhirnya bisa menjadi wanita ceria setelah Woo Bin datang dalam hidupnya. Hari-harinya bersama Woo Bin sungguh adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di bawah pohon besar yang berada ditas bukit, hingga suatu hari inside besar terjadi.

Woo Bin pergi meninggalkan Ji Hyo setelah ia memberikan cincin tanda cintanya pada Ji Hyo. Orang tua Woo Bin yang tak menyukai Ji Hyo karena tak jelas asal usulnya, mengirim Woo Bin ke LA bahkan telah menjodohkanya dengan wanita lain. Ji Hyo yang mendengar kabar tersebut merasa hancur, pria yang selama ini ia sayangi dan ia harapkan selalu bersamanya kini telah pergi dan tidak mungkin bisa ia impikan lagi. Air mata terus mengalir tanpa henti.
Flashback end

JH :“Kenapa kau meninggalkanku Woo Bin shi ?”

“kau berjanji akan terus bersamaku, bahkan kau telah memberiku cincin kenapa kau seperti itu ?” Ji Hyo memecahkan kaca riasnya hingga tanganya berdarah.

“ sekarang tak akan ada lagi orang yang bisa membuatku tersenyum, apakah aku arus mati saja agar tidak merasakan sakit seperti ini lagi ?” Ji Hyo yang frustasi kemudian pergi menuju bukit, tempat kenangannya bersama Woo Bin, ia menangis mengingat kekasihnya yang kini telah meinggalkanya. Merasa tidak kuat dengan keadaan Ji Hyo memutuskan untuk melompat dari atas tebing.
Mungkin ini akhir dari hidupku, bahagia bersmamu hanya mimpi yang tdak mungkin bisa berkemabang, semoga kua bisa bahagia dengan hidupmu saat ini” JI Hyo kemudian melompat, namun saat itu Juga seorang pria tampan menariknya agar tidak jatuh.
JK :“Hey, apa kau sudah tidak waras?, kau ingin mati ha ?” Ji Hyo menangis dan berkata “ Utuk apa aku hidup, untuk apa ? dia meninggalkanku dan saat ini hidupku sudah hancur, tidak ada lagi percaya ataupun keinginan untuk hidup, jadi biarkan aku mati !” Ji Hyo meronta tetap ingin terjun dari tebbing, namun pria tersebut terus menghalaginya . “ minggir, biarkan aku mati, biarkan aku mati saja!” Ji Hyo terus merota hingga akhirya ia jatuh pingsan.
Ji Hyo membuka matanya dan ia telah berada disebuah kamar, dimaa seorang pria duduk memandanginya.
“Siapa kau, dan dimana aku ?” Ji Hyo terkejut .
Pruia itu menjawab degan santai “ Aku hanya orang baik yang ingin menyelamatkamu dari kematian!”
Ji Hyo segara bangun dan hendak akan pergi, namun kepalanya terasa berat dan ia terjatuh dipelukan sang pria.
“ Kau pikir dengan tubuh lemahmu ini, kau bisa berjalan ?, lanjutkan rencana bunuh dirimu setelah tubuhmu kuat berjalan, jadi istirahatlah dulu!” pria itu kemudian pergi meninggalkan Ji Hyo yang masih lemah ditas ranjang.
JI Hyo menangis “ Kenapa kau menyelamatkanku padahal aku sudah meyerah dengan hidupku, saat ini aku hanya ingin mati agar aku tidak merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya”.
“Mengapa hidupku seperti ini, semua orang meninggalkanku ! Apakah aku tidak pantas bahagia?, Tuhan Pa salahku ? Kau renggut orang tuaku dan kau pertemukan aku dengan cintaku yang uga pada akhirnya meninggalkanku dengan sangat menyedihkan”
Tanpa JI Hyo sadari, Pria yang meolongnya mendengarkan keluhanya dari balik pintu. Seolah merasakan sakit yang sama, pria itu tampak terlihat sedih bahkan meneteskan air matanya.
Keesokan paginya, JI Hyo yang telah kuat berdiri segera pergi namun di ruang makan pria yang menolongnya menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu.
JK : “ Setidakya makanlah dahulu, agar kau punya tenaga untuk bunuh diri !”
JH : “Tidak terimakasih, permisi !” Ji Hyo pergi, namun sekali lagi pria itu meghentikan JI Hyo denga menarik tanganya.
JK : “ Aku sangat heran, mengapa kau ingin sekali bunuh diri ?
“ Kau tu, di dunia ini baanyak sekali orang yang ingin beruang hidup dari ancama kematian, tapi kau ...” cerca sang pria dengan nada kesal.
JH : “ Apa perdulimu, bahkan kita tidak salig kenal , jadi biarka aku pergi !”
JK : “Dasar wanita keras kepala , apa kau pikir dengan bunuh diri kau bisa mengobati sakit hati karena dicampakan pacarmu?”
JH : “ Kenapa kau ikut campur urusa orang, urus urusamu sediri da biarkan aku pergi !”
Pria itu menarik tagan JI Hyo dan mendudukkkanya dikursi” Setidaknya makanlah, dan kau bisa pergi !”
Terpaksa Ji Hyo menerima perintah pria itu, kemudian pergi. Namun si Pria terus membuntuti Ji Hyo, i Hyo tetap berjalan meski ia sadar bahwa pria tersebut mengikutinya. Higga akhirnya ia berhenti berjalan dan menoleh ke belakang higga wajahnya sangat berdekatan dengan pria itu. Keduanya pun caggung, hingga akhirnya di buyarkan oleh bunyi klakson mobil yang menyuruh mereka menepi. Karena mereka berada tepat di tengah perlintasan. LOL

Pria itu kemudian menarik i Hyo ke tepi, dan kemudian ia kembali memaki Ji Hyo. Ji Hyo hanya diam dan menangis tanpa sadar ia menceritakan semua kesakitanya pada pria itu. Sang pria yang iba dengan wanita didepanya kemudian memeluknya seraya berkata “ Tenanglah, kau bisa bagi rasa sakitmu denganku percayalah aku akan menadi temanmu, menagislah-menangislah!” Ji Hyo menangis sekeras-kerasnya.

YUGANG group hingga saat ini masih terus mencari Song Jog Ki, pewaris tuggal yang tiba-tiba meghilang. Detik-detik penandatanganan pemegang saham YUGANG sudah semakin dekat, namun satu-satunya pewaris dan pemegang saham tak juga kunjung datang ke kantor. Song Il Gook ayah dari Jong Ki sangat geram.
SG : “ Cari dia sampai dapat, kemana brandal itu pergi ?” menyuruh anak buahnya meemukan Jong Ki.
Di tempat lain, Ji Hyo bertanya pada pria yang ada di depanya “ mengapa kau menolongku ?
JK : “ Karena aku sangat benci kematian, aku tidak ingin melihat orang mati di depa mataku!”
Ji Hyo memaku menatap pria itu..
“ Oh ya, ngmong-ngmog siap namamu ?
“ Song Ji Hyo.. kau ?
“ Jong Ki.. 

Ternyata pria yang menolong Ji Hyo adalah pewaris YUGANG grup yang tengah menjadi pencarian. (Mugkin dari situlah awal kebahagiaan Ji Hyo yag sebenarnya, ia mendapatkan teman baru. Namun ia tak mau banyak berharap, karena ia sangat takut kehilangan lagi. )
LA, Woobin menghabiskan malamnya dengan mabuk-mabukan bahkan ia tidak perduli degan istrinya yang menunggunya dirumah, dia hanya terus memikirkan kisah hidupnya yang meyedihkan. Ia harus meninggalkan wanita yang sagat dicintainya dan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.

Dengan tubuh sempoyongan ia masuk ke dalam rumah, Sully yang sedari tadi menunggu suamiya pulang sagat marah melihat kondisi Woobin.
Ya, kim woobin shi !! apa yang kau lakukan , kenapa kau mabuk-mabukan seperti ini ?

Tanpa sadar Woobi menarik sang istri dengan kasar..

“Kau wanita yang memisahkanku dari Ji Hyo !” Kau wanita yang tidak punya belas kasihan ..

Sully yg sedari tadi mendengarkan rancauan suaminya segera membopongnya ke kamar.

Dasar pria bodoh, apa hebatya Ji Hyo sampai kau tidak bisa melupakanya ?
Ji Hyo shi, Ji Hyo... rancauan Woobin sangat mengganggu Sully. 

Tidak merasa iba dengan kondisi sag suami, Sully justru memanfaatkan hal tersebut. Selama berbulan-bulan menikah, Woobin belum sekalipun menyentuhnya, oleh karena itu ia memanfaatkan situasi tersebut, ia melucuti pakaianya sendiri dan pakaian Woobin dan kemudian tidur disampinya.
Pagi hari, Woobin terbangun dan merasa kepalanya sangat berat namun yang membuat ia sangat terkejut adalah keberadaa suli disampinya dengan keduaya tapa sehelai pakain apapu.
WB : Hey, apa yang kau lakukan ? bentak Woobin marah hingga membangunkan Sully.
SL : “Apa kau tidak ingan tadi malam ? tanya Sully sambil mengambil pakainya yang tercecer.
WB : Apa ?
SL : “Kau masih tanya, kau pulang dalam kondisi mabuk da kau tiba-tiba saja menarikku ! da pada akhirya kita menghabiskan malam bersama.

WB: “Tidak, ini tidak mungkin !”
Sully menuju kamar mandi dengan senyum penuh kemenangan, meskipun tidak ada yang terjadi semalam.

Kehidupan Ji Hyo kembali normal, ia kini bisa sedikit tersenyum karena Jongki selalu mencoba membuatnya tertawa.
JK : Ya Ji Hyo shi, kau terlihat lebih cantik jika tersenyum jadi tersenyumlah setiap hari !
Telfon Jong Ki berbunyi..
JK : Hallo, Yeopseo ?

AD : Hallo, tuan muda direktur song pingsan “

K : Apa?, oke aku akan segar pulang !”
 Jong Ki panik mendengar ayahnya jatuh pingsan, ia kemudian berpamitan pada Ji Hyo.
JK : Ji Hyo ya aku harus pergi, aku akan menemuimu nanti !
JH : Nthe, araseo !!
Jong Ki segera berlari, Ji Hyo menatapya hingga berlalu.
“ Ada apa dengan dia, sepertinya dia sedang paik , semoga tidak teradi apa-apa !” sedikit senyum khawatir tersirat diraut wajah Ji Hyo.

Woobin yg merasa tidak bisa konsentrasi megingat kondisinya tadi pagi, ia tidak percaya bahwa ia melakukan itu dengan Sully. Tapi ia tidak bisa mengelak, karena ia tahu wanita yang tadi pagi disampingnya dalah Sully. Tiba-tiba Woobin menangis,,
“Mianhe Ji Hyo, aku telah melukaimu lebih dalam mianhe !” 

Semenjak kejadian bersama Sully kini Woobin mencoba untuk bertanggung jawab terhadap hubungaya. Ia mulai memperlakukan Sully selayaknya istri. Ya Woobin memang pria yang sangat bertanggung jawab. Hanya saja ia masih terus merasa bersalah, meninggalkan wanita yang sangat dicanitainya, bahkan ia ingin sekali melihat Ji Hyo meski dari kejauhan.
Satu tahun lamanya semenjak ia dicampakan oleh Woobin, hari-hari Ji Hyo diwarnai dengan kehadiran Jong Ki, ia merasa kekosongan dalam hidupnya kembali terisi bahkan kini seolah dia memiliki tujuan hidup kembali.
JK : Nthe ? bukankah ini perlakukan teman kepada temanya ?

JH : Kau tahu Ji Hyo, perasaanku padamu lebih dari itu ..
Ji Hyo terdiam gugup..
JK : Ji Hyo, maukah kau menjadi pacarku ?
Pernyataan Jong Ki membuat Ji Hyoo sangat canggug, namun dengan senyumnya ia menganggukan kepala tanja setuju dan menerima pernyataan cinta pria itu.
JH: “ Nthe , araseo !”

Pasangan ini bak dimabuk asmara selalu menghabiskan waktu bersama, namun hubungan mereka tak selamanya bahagia. Nyonya Kim , ibu Jong Ki sangat menentag hubugan anaknya itu. Ya, status sosial dan sal-usul i Hyo sangat jauh berbeda bahkan Nyonya Kim tak segan-segan menghina Ji Hyo.
NK : “Kau wanita rendahan, bagaimana mungkin berani bermimpi mengencani pewaris YUGANG ?”
Ji Hyo hanya terdiam mendengar cacian Nyonya Kim,,
NK : “ Apakah kau sedag hamil, hingga tidak tahu malu dengan statusmu itu mendekati anakku ?
Ji Hyo menggelengkan kepalaya
NK :“Pergilah dari anakku, karea kau tidak pantas untuknya ! jika kau butuh uang beritahu aku akau akan memberikan berapapun yang kau mau tapi jauhi anakku”
Ji Hyo menangis, meniggalkan Nyonya Kim ia tak kuasa menahan penghinaan yang diberika kepadaya.

Jong Ki merasa gelisah tidak bisa menghubungi Ji Hyo sama sekali, ia takut terjadi sesuatu pada i Hyo higga akhirya ia memilih meninggalka kantor menuju kerumah Ji Hyo. Jongki mengetuk-ketuk pintu rumah Ji Hyo namun tak ada jawaban, akhirnya ia pergi namun ia melihat kekasihnya berjala dengan wajah yang murug.
JK : Ya, Ji Hyo ya kenapa kau tidak mengangkat telfonmu seharian ini, kau tahu akau sangat khawatir !Kamu tidak apa apa ka, kuenchana ?
JI Hyo mencoba menyembunyikan kesedihanya dan tersenyum pada Jong Ki.” The, kuenchana!”
JK : Oh, baguslah aku sangat khawatir, kemana saja kau seharian ?
JH : Aku tidak papa, pulanglah kau pasti lelah bekerja seharian aku juga mau istirahat !
JK: Tak bisakah aku menginap malam ini ? jong ki mengoda keasihnya itu
JH: Anthe, pulanglah dan istirahatlah besok kau pasti akan sibuk !
JK : Nthe araseo, aku akan pulang ! ucap Jong Ki kecewa , ia kemudian mendekap tubuh kekasinya da mengecup keningnya. “Masuklah, dan istirhatlah , aku mencintaimu !”
Ji Hyo hanya bisa menahan tangisnya hingga Jong Ki pergi dan tumpahlah air matanya. Ia sagat tahu, ika Jong Ki begitu mencintaiya namun ia juga tidak bisa menghadipi tentangan orag tua ong Ki yang menyuruhnya meniggalkan Jong KI. Pernah ditinggalkan orang tua, membuat Ji Hyo berfikir 100kali untuk tidak membuat Jong Ki jauh dari orag tuanya.
Woobin kembali ke korea, kini ia sudah bahagia bersama Sully bahkan sully kini sedang mengandung. Tidak disagka ternyata Woobin dan Jongki adalah teman, keduanya bertemu dan saling membagi kisah terutama kisah percintaan mereak.
Jongki bersecita bahwa kini ia telah bertemu wanita yang ia citai , wanita yang baik dan ingin ia nikahi.
JK : “ aku sudah bertemu seorang wanita, rencananya dalam waktu dekat aku akan segera melamarya!”
WB: Benarkah, wah pasti waita itu sangat cantik hingga bisa meluluhkan hatimu Jogki ya !”
JK: “ ya, dia sangat cantik bahkan sangat sempurna dan baik hati !”, oh ya ngmog-ngmong bagaimana kabarmu selama di LA ?”
WB: “ sekarang aku sudah memutuskan untuk bahagia bersama Sully, aku aka telah mencoba melupakan kenangan indah bersama cinta pertamaku, lagi pula sekarag Sully sedang mengandung anakku”
JK : Sincha ? woo, Woobin shi kau sangat mahir “ keduanya terwa terbahak-bahak.

Ji Hyo masih galau dengan perkataan orag tua Jongki, apa lagi perasaanya pada Jongki telah merekah begitu besar. Namun bukan Ji Hyo namanya jika ia egois, ia memutuskan untuk mengakhiri hubunganya dengan Jongki semua itu ia lakukan demi masadepan Jongki dan orang tuanya.
“mungkin aku memang tidak ditakdirkan untuk mencintai dan dicintai, tapi bertemu denganmu Jongki aku telah berubah menjadi wanita tegar. Aku berjanji padamu bahwa aku akan tetap kuat menjalani hidupku sendiri dan tidak akan menyerah dengan hidupku yang menyedihkan ini”

Ji Hyo berkemas, ia memutuskan untuk pergi.
Jongki  kembali cemas dengan keadaan kekasihnya, 2 hari tidak ada kabar dan sama sekali tidak bisa dihubungi. Ia memutuskan untuk mengunjungi rumah kekasihnya, namun rumah itu telah kosong hanya tertinggal satu buah surat diatas meja.

Jongki ya, mianhe aku meninggalkanmu seperti ini. 
Aku tahu aku adalah wanita yang tidak tahu malu, kau yang telah merubahkan dan aku tiba-tiba meninggalkanmu seperti ini. 
Namun percayalah, aku pergi untuk kebaikanmu, aku tidak ingin masadepanmu kacau hanya karena wanita sepertiku. 
Lupakan aku  dan hiduplah bahagia. Mianhe jongki, jongmal mianhe !

                      Dari Ji Hyo yang akan mengenangmu sebagai laki-laki yang sangat ku cintai. 
JK : Ji Hyo ya, kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini ! tidak kenapa kau begitu kejam ?
Jongki merasa hancur, “ apakah kau ingin membalas dendam kekasihmu dulu sehingga kau pergi meninggalkanku seperti ini, tapi kenapa aku ? “ apa salahku Ji Hyo ?” Jongki segera memacu kendaraanya untuk mencari dimana kekasihnya itu pergi.

Dalam bus Ji Hyo menangis memandangi foto sang kekasih, Jongki aku sangat merindukanmu ! mianhe, inilah yang terbaik untuk kita.

To be continued :) 

No comments:

Post a Comment