Cast : Song Ji HYo
:Song Jongki
: Kim Woobin
: Sully
: Song Ill Gook
:Kim Rae Won
Teng.teng.teng.teng, Lonceng diatas bukit berbunyi seorang wanita muda ampak duduk di bawah pohon dan menangis tersedu ketika lonceng tersebut berbunyi. Song Ji Hyo, mengingat masa lalunya yang sangat bahagia dengan kekasihnya Kim Wo Bin. Wobin yang selalu memberinya kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan dari kecil.
Flash back
WB : “Hey, kenapa kau menangis
? dasar anak cengeng !”
Ji Hyo hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan pria di depanya. “ kau ini, apa kau tidak bisa mendengar ?” Isakan Ji Hyo semakin menjadi, disertai rintik hujan yang semakin deras. Woo Bin yang awalnya kesal dengan Ji Hyo yang tak mau menjawabnya, kemudian melepas jaketnya untuk menutupi kepala Ji Hyo agar tidak kehujanan. Dari situlah Ji Hyo mulau menengadahkan wajahnya menatap pria yang sedari tadi dia abaikan.
Ji Hyo hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan pria di depanya. “ kau ini, apa kau tidak bisa mendengar ?” Isakan Ji Hyo semakin menjadi, disertai rintik hujan yang semakin deras. Woo Bin yang awalnya kesal dengan Ji Hyo yang tak mau menjawabnya, kemudian melepas jaketnya untuk menutupi kepala Ji Hyo agar tidak kehujanan. Dari situlah Ji Hyo mulau menengadahkan wajahnya menatap pria yang sedari tadi dia abaikan.
Wobin tersenyum dan berkata “
hei, sebenarnya kau itu jauh lebih cantik jika tersenyum! Berhentilah menagis
dan ayo kita segera pergi dari sini. Kaja !”
Itulah awal kebahagian Ji Hyo,
Woo Bin yang selalu datang padanya dan membuatnya bisa tersenyum setiap hari.
Ji Hyo, yang semula merupakan wanita pemurung dan pendiam tak punya teman,
akhirnya bisa menjadi wanita ceria setelah Woo Bin datang dalam hidupnya.
Hari-harinya bersama Woo Bin sungguh adalah kebahagiaan terbesar dalam
hidupnya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di bawah pohon besar yang
berada ditas bukit, hingga suatu hari inside besar terjadi.
Woo Bin pergi meninggalkan Ji Hyo
setelah ia memberikan cincin tanda cintanya pada Ji Hyo. Orang tua Woo Bin yang
tak menyukai Ji Hyo karena tak jelas asal usulnya, mengirim Woo Bin ke LA
bahkan telah menjodohkanya dengan wanita lain. Ji Hyo yang mendengar kabar
tersebut merasa hancur, pria yang selama ini ia sayangi dan ia harapkan selalu
bersamanya kini telah pergi dan tidak mungkin bisa ia impikan lagi. Air mata
terus mengalir tanpa henti.
Flashback end
JH :“Kenapa kau meninggalkanku
Woo Bin shi ?”
“kau berjanji akan terus
bersamaku, bahkan kau telah memberiku cincin kenapa kau seperti itu ?” Ji Hyo
memecahkan kaca riasnya hingga tanganya berdarah.
“ sekarang tak akan ada lagi
orang yang bisa membuatku tersenyum, apakah aku arus mati saja agar tidak
merasakan sakit seperti ini lagi ?” Ji Hyo yang frustasi kemudian pergi menuju
bukit, tempat kenangannya bersama Woo Bin, ia menangis mengingat kekasihnya
yang kini telah meinggalkanya. Merasa tidak kuat dengan keadaan Ji Hyo
memutuskan untuk melompat dari atas tebing.
“Mungkin ini akhir dari hidupku,
bahagia bersmamu hanya mimpi yang tdak mungkin bisa berkemabang, semoga kua
bisa bahagia dengan hidupmu saat ini” JI Hyo kemudian melompat, namun saat itu
Juga seorang pria tampan menariknya agar tidak jatuh.
JK :“Hey, apa kau sudah tidak
waras?, kau ingin mati ha ?” Ji Hyo menangis dan berkata “ Utuk apa aku hidup,
untuk apa ? dia meninggalkanku dan saat ini hidupku sudah hancur, tidak ada
lagi percaya ataupun keinginan untuk hidup, jadi biarkan aku mati !” Ji Hyo
meronta tetap ingin terjun dari tebbing, namun pria tersebut terus
menghalaginya . “ minggir, biarkan aku mati, biarkan aku mati saja!” Ji
Hyo terus merota hingga akhirya ia jatuh pingsan.
Ji Hyo membuka matanya dan ia
telah berada disebuah kamar, dimaa seorang pria duduk memandanginya.
“Siapa kau, dan dimana aku ?”
Ji Hyo terkejut .
Pruia itu menjawab degan santai “
Aku hanya orang baik yang ingin menyelamatkamu dari kematian!”
Ji Hyo segara bangun dan hendak
akan pergi, namun kepalanya terasa berat dan ia terjatuh dipelukan sang pria.
“ Kau pikir dengan tubuh
lemahmu ini, kau bisa berjalan ?, lanjutkan rencana bunuh dirimu setelah
tubuhmu kuat berjalan, jadi istirahatlah dulu!” pria itu kemudian pergi
meninggalkan Ji Hyo yang masih lemah ditas ranjang.
JI Hyo menangis “ Kenapa kau
menyelamatkanku padahal aku sudah meyerah dengan hidupku, saat ini aku hanya
ingin mati agar aku tidak merasakan sakit untuk yang kesekian kalinya”.
“Mengapa hidupku seperti ini,
semua orang meninggalkanku ! Apakah aku tidak pantas bahagia?, Tuhan Pa salahku
? Kau renggut orang tuaku dan kau pertemukan aku dengan cintaku yang uga pada
akhirnya meninggalkanku dengan sangat menyedihkan”
Tanpa JI Hyo sadari, Pria yang
meolongnya mendengarkan keluhanya dari balik pintu. Seolah merasakan sakit yang
sama, pria itu tampak terlihat sedih bahkan meneteskan air matanya.
Keesokan paginya, JI Hyo yang telah
kuat berdiri segera pergi namun di ruang makan pria yang menolongnya
menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu.
JK : “ Setidakya makanlah
dahulu, agar kau punya tenaga untuk bunuh diri !”
JH : “Tidak terimakasih,
permisi !” Ji Hyo pergi, namun sekali lagi pria itu meghentikan JI Hyo denga
menarik tanganya.
JK : “ Aku sangat heran,
mengapa kau ingin sekali bunuh diri ?
“ Kau tu, di dunia ini baanyak
sekali orang yang ingin beruang hidup dari ancama kematian, tapi kau ...” cerca
sang pria dengan nada kesal.
JH : “ Apa perdulimu, bahkan
kita tidak salig kenal , jadi biarka aku pergi !”
JK : “Dasar wanita keras
kepala , apa kau pikir dengan bunuh diri kau bisa mengobati sakit hati karena
dicampakan pacarmu?”
JH : “ Kenapa kau ikut campur
urusa orang, urus urusamu sediri da biarkan aku pergi !”
Pria itu menarik tagan JI Hyo
dan mendudukkkanya dikursi” Setidaknya makanlah, dan kau bisa pergi !”
Terpaksa Ji Hyo menerima perintah
pria itu, kemudian pergi. Namun si Pria terus membuntuti Ji Hyo, i Hyo tetap
berjalan meski ia sadar bahwa pria tersebut mengikutinya. Higga akhirnya ia
berhenti berjalan dan menoleh ke belakang higga wajahnya sangat berdekatan
dengan pria itu. Keduanya pun caggung, hingga akhirnya di buyarkan oleh bunyi
klakson mobil yang menyuruh mereka menepi. Karena mereka berada tepat di tengah
perlintasan. LOL
Pria itu kemudian menarik i Hyo
ke tepi, dan kemudian ia kembali memaki Ji Hyo. Ji Hyo hanya diam dan menangis
tanpa sadar ia menceritakan semua kesakitanya pada pria itu. Sang pria yang iba
dengan wanita didepanya kemudian memeluknya seraya berkata “ Tenanglah, kau
bisa bagi rasa sakitmu denganku percayalah aku akan menadi temanmu,
menagislah-menangislah!” Ji Hyo menangis sekeras-kerasnya.
YUGANG group hingga saat ini
masih terus mencari Song Jog Ki, pewaris tuggal yang tiba-tiba meghilang.
Detik-detik penandatanganan pemegang saham YUGANG sudah semakin dekat, namun
satu-satunya pewaris dan pemegang saham tak juga kunjung datang ke kantor. Song
Il Gook ayah dari Jong Ki sangat geram.
SG : “ Cari dia sampai dapat,
kemana brandal itu pergi ?” menyuruh anak buahnya meemukan Jong Ki.
Di tempat lain, Ji Hyo bertanya
pada pria yang ada di depanya “ mengapa kau menolongku ?
JK : “ Karena aku sangat benci
kematian, aku tidak ingin melihat orang mati di depa mataku!”
Ji Hyo memaku menatap pria itu..
“ Oh ya, ngmong-ngmog siap
namamu ?
“ Song Ji Hyo.. kau ?
“ Jong Ki..
Ternyata pria yang menolong Ji
Hyo adalah pewaris YUGANG grup yang tengah menjadi pencarian. (Mugkin dari
situlah awal kebahagiaan Ji Hyo yag sebenarnya, ia mendapatkan teman baru.
Namun ia tak mau banyak berharap, karena ia sangat takut kehilangan lagi. )
LA, Woobin menghabiskan malamnya
dengan mabuk-mabukan bahkan ia tidak perduli degan istrinya yang menunggunya dirumah,
dia hanya terus memikirkan kisah hidupnya yang meyedihkan. Ia harus
meninggalkan wanita yang sagat dicintainya dan menikah dengan wanita pilihan
orang tuanya.
Dengan tubuh sempoyongan ia masuk
ke dalam rumah, Sully yang sedari tadi menunggu suamiya pulang sagat marah
melihat kondisi Woobin.
Ya, kim woobin shi !! apa yang
kau lakukan , kenapa kau mabuk-mabukan seperti ini ?
Tanpa sadar Woobi menarik sang
istri dengan kasar..
“Kau wanita yang memisahkanku
dari Ji Hyo !” Kau wanita yang tidak punya belas kasihan ..
Sully yg sedari tadi mendengarkan
rancauan suaminya segera membopongnya ke kamar.
Dasar pria bodoh, apa hebatya Ji
Hyo sampai kau tidak bisa melupakanya ?
“ Ji Hyo shi, Ji Hyo... rancauan
Woobin sangat mengganggu Sully.
Tidak merasa iba dengan kondisi sag suami,
Sully justru memanfaatkan hal tersebut. Selama berbulan-bulan menikah, Woobin
belum sekalipun menyentuhnya, oleh karena itu ia memanfaatkan situasi tersebut,
ia melucuti pakaianya sendiri dan pakaian Woobin dan kemudian tidur disampinya.
Pagi hari, Woobin terbangun dan
merasa kepalanya sangat berat namun yang membuat ia sangat terkejut adalah
keberadaa suli disampinya dengan keduaya tapa sehelai pakain apapu.
WB : Hey, apa yang kau lakukan ?
bentak Woobin marah hingga membangunkan Sully.
SL : “Apa kau tidak ingan tadi malam ?
tanya Sully sambil mengambil pakainya yang tercecer.
WB : Apa ?”
SL : “Kau masih tanya, kau pulang
dalam kondisi mabuk da kau tiba-tiba saja menarikku ! da pada akhirya kita
menghabiskan malam bersama.
WB: “Tidak, ini tidak mungkin !”
Sully menuju kamar mandi dengan
senyum penuh kemenangan, meskipun tidak ada yang terjadi semalam.
Kehidupan Ji Hyo kembali normal,
ia kini bisa sedikit tersenyum karena Jongki selalu mencoba membuatnya tertawa.
JK : Ya Ji Hyo shi, kau terlihat lebih
cantik jika tersenyum jadi tersenyumlah setiap hari !
Telfon Jong Ki berbunyi..
JK : Hallo, Yeopseo ?
AD : Hallo, tuan muda direktur song
pingsan “
K : Apa?, oke aku akan segar pulang !”
Jong Ki panik mendengar ayahnya
jatuh pingsan, ia kemudian berpamitan pada Ji Hyo.
JK : Ji Hyo ya aku harus pergi, aku
akan menemuimu nanti !
JH : Nthe, araseo !!
Jong Ki segera berlari, Ji Hyo
menatapya hingga berlalu.
“ Ada apa dengan dia, sepertinya
dia sedang paik , semoga tidak teradi apa-apa !” sedikit senyum khawatir tersirat diraut wajah Ji Hyo.
Woobin yg merasa tidak bisa
konsentrasi megingat kondisinya tadi pagi, ia tidak percaya bahwa ia melakukan
itu dengan Sully. Tapi ia tidak bisa mengelak, karena ia tahu wanita yang tadi
pagi disampingnya dalah Sully. Tiba-tiba Woobin menangis,,
“Mianhe Ji Hyo, aku telah
melukaimu lebih dalam mianhe !”
Semenjak kejadian bersama Sully
kini Woobin mencoba untuk bertanggung jawab terhadap hubungaya. Ia mulai
memperlakukan Sully selayaknya istri. Ya Woobin memang pria yang sangat
bertanggung jawab. Hanya saja ia masih terus merasa bersalah, meninggalkan
wanita yang sangat dicanitainya, bahkan ia ingin sekali melihat Ji Hyo meski
dari kejauhan.
Satu tahun lamanya semenjak ia
dicampakan oleh Woobin, hari-hari Ji Hyo diwarnai dengan kehadiran Jong Ki, ia
merasa kekosongan dalam hidupnya kembali terisi bahkan kini seolah dia memiliki
tujuan hidup kembali.
JK : Nthe ? bukankah ini perlakukan
teman kepada temanya ?
JH : Kau tahu Ji Hyo, perasaanku
padamu lebih dari itu ..
Ji Hyo terdiam gugup..
JK : Ji Hyo, maukah kau menjadi
pacarku ?
Pernyataan Jong Ki membuat Ji
Hyoo sangat canggug, namun dengan senyumnya ia menganggukan kepala tanja setuju
dan menerima pernyataan cinta pria itu.
JH: “ Nthe , araseo !”
Pasangan ini bak dimabuk asmara
selalu menghabiskan waktu bersama, namun hubungan mereka tak selamanya bahagia.
Nyonya Kim , ibu Jong Ki sangat menentag hubugan anaknya itu. Ya, status sosial
dan sal-usul i Hyo sangat jauh berbeda bahkan Nyonya Kim tak segan-segan
menghina Ji Hyo.
NK : “Kau wanita rendahan, bagaimana
mungkin berani bermimpi mengencani pewaris YUGANG ?”
Ji Hyo hanya terdiam mendengar
cacian Nyonya Kim,,
NK : “ Apakah kau sedag hamil, hingga
tidak tahu malu dengan statusmu itu mendekati anakku ?
Ji Hyo menggelengkan kepalaya
NK :“Pergilah dari anakku, karea kau
tidak pantas untuknya ! jika kau butuh uang beritahu aku akau akan memberikan
berapapun yang kau mau tapi jauhi anakku”
Ji Hyo menangis, meniggalkan
Nyonya Kim ia tak kuasa menahan penghinaan yang diberika kepadaya.
Jong Ki merasa gelisah tidak bisa
menghubungi Ji Hyo sama sekali, ia takut terjadi sesuatu pada i Hyo higga
akhirya ia memilih meninggalka kantor menuju kerumah Ji Hyo. Jongki mengetuk-ketuk
pintu rumah Ji Hyo namun tak ada jawaban, akhirnya ia pergi namun ia melihat
kekasihnya berjala dengan wajah yang murug.
JK : Ya, Ji Hyo ya kenapa kau tidak
mengangkat telfonmu seharian ini, kau tahu akau sangat khawatir !Kamu tidak apa apa ka, kuenchana
?
JI Hyo mencoba menyembunyikan
kesedihanya dan tersenyum pada Jong Ki.” The, kuenchana!”
JK : Oh, baguslah aku sangat khawatir,
kemana saja kau seharian ?
JH : Aku tidak papa, pulanglah kau
pasti lelah bekerja seharian aku juga mau istirahat !
JK: Tak bisakah aku menginap malam
ini ? jong ki mengoda keasihnya itu
JH: Anthe, pulanglah dan istirahatlah
besok kau pasti akan sibuk !
JK : Nthe araseo, aku akan pulang !
ucap Jong Ki kecewa , ia kemudian mendekap tubuh kekasinya da mengecup
keningnya. “Masuklah, dan istirhatlah , aku mencintaimu !”
Ji Hyo hanya bisa menahan
tangisnya hingga Jong Ki pergi dan tumpahlah air matanya. Ia sagat tahu, ika
Jong Ki begitu mencintaiya namun ia juga tidak bisa menghadipi tentangan orag
tua ong Ki yang menyuruhnya meniggalkan Jong KI. Pernah ditinggalkan orang tua,
membuat Ji Hyo berfikir 100kali untuk tidak membuat Jong Ki jauh dari orag
tuanya.
Woobin kembali ke korea, kini ia
sudah bahagia bersama Sully bahkan sully kini sedang mengandung. Tidak disagka
ternyata Woobin dan Jongki adalah teman, keduanya bertemu dan saling membagi
kisah terutama kisah percintaan mereak.
Jongki bersecita bahwa kini ia
telah bertemu wanita yang ia citai , wanita yang baik dan ingin ia nikahi.
JK : “ aku sudah bertemu seorang
wanita, rencananya dalam waktu dekat aku akan segera melamarya!”
WB: Benarkah, wah pasti waita itu
sangat cantik hingga bisa meluluhkan hatimu Jogki ya !”
JK: “ ya, dia sangat cantik bahkan
sangat sempurna dan baik hati !”, oh ya ngmog-ngmong bagaimana kabarmu selama
di LA ?”
WB: “ sekarang aku sudah memutuskan untuk bahagia bersama Sully, aku aka telah mencoba melupakan kenangan indah bersama cinta pertamaku, lagi pula sekarag Sully sedang mengandung anakku”
WB: “ sekarang aku sudah memutuskan untuk bahagia bersama Sully, aku aka telah mencoba melupakan kenangan indah bersama cinta pertamaku, lagi pula sekarag Sully sedang mengandung anakku”
JK : Sincha ? woo, Woobin shi kau
sangat mahir “ keduanya terwa terbahak-bahak.
Ji Hyo masih galau dengan
perkataan orag tua Jongki, apa lagi perasaanya pada Jongki telah merekah begitu
besar. Namun bukan Ji Hyo namanya jika ia egois, ia memutuskan untuk mengakhiri
hubunganya dengan Jongki semua itu ia lakukan demi masadepan Jongki dan orang
tuanya.
“mungkin aku memang tidak
ditakdirkan untuk mencintai dan dicintai, tapi bertemu denganmu Jongki aku
telah berubah menjadi wanita tegar. Aku berjanji padamu bahwa aku akan tetap
kuat menjalani hidupku sendiri dan tidak akan menyerah dengan hidupku yang
menyedihkan ini”
Ji Hyo berkemas, ia memutuskan untuk pergi.
Jongki kembali cemas dengan keadaan kekasihnya, 2
hari tidak ada kabar dan sama sekali tidak bisa dihubungi. Ia memutuskan untuk
mengunjungi rumah kekasihnya, namun rumah itu telah kosong hanya tertinggal
satu buah surat diatas meja.
Jongki ya, mianhe aku
meninggalkanmu seperti ini.
Aku tahu aku adalah wanita yang tidak tahu malu,
kau yang telah merubahkan dan aku tiba-tiba meninggalkanmu seperti ini.
Namun percayalah,
aku pergi untuk kebaikanmu, aku tidak ingin masadepanmu kacau hanya karena
wanita sepertiku.
Lupakan aku dan
hiduplah bahagia. Mianhe jongki, jongmal mianhe !
Dari Ji Hyo yang akan mengenangmu sebagai laki-laki yang sangat ku cintai.
JK : Ji Hyo ya, kau tidak bisa
meninggalkanku seperti ini ! tidak kenapa kau begitu kejam ?
Jongki merasa hancur, “ apakah
kau ingin membalas dendam kekasihmu dulu sehingga kau pergi meninggalkanku
seperti ini, tapi kenapa aku ? “ apa salahku Ji Hyo ?” Jongki segera memacu
kendaraanya untuk mencari dimana kekasihnya itu pergi.
Dalam bus Ji Hyo menangis memandangi foto sang kekasih, Jongki aku sangat merindukanmu ! mianhe, inilah yang terbaik untuk kita.
To be continued :)
No comments:
Post a Comment